Sebuah broadcast message di kirimkan ke semua
penghuni Kerajaan Langit
”Harap berkumpul pada tanggal 14 Febuari jam
14 di hall utama. Ttd Tuhan”
Maka gegerlah para malaikat, guru2 besar dan
para avatar penghuni langit berserta semua mahluk yang sudah mendapat kipem ( kartu penghuni sementara) maupun ktp
kerajaan langit. Berhubung undangannya pas tanggal 14 maka beredar gosip bahwa
Tuhan mau mengadakan pesta valentine. Maka berbondong-bondonglah mereka
menyiapkan kado valentine untuk Tuhan . Di hari yang ditentukan maka mereka
dengan memakai baju bernuansa kasih sayang
dan membawa bunga mawar berkumpulah di jam 14 tepat. Tak lama Tuhan pun
datang . Tetapi semua penghuni langit tercekat karena mereka berharap Tuhan
akan berwajah ceria bak para abg alay yang memenuhi minimarket2 membeli coklat
batangan yang dibungkus warna pink, justru Tuhan hadir dengan wajah begitu
murung. Ruangan menjadi begitu hening ketika Tuhan berdiri di mimbar.
Tuhan: wahai penghuni langit, tahukah mengapa
hari ini kalian Jibril kumpulkan?”
Senyap dan pekat. Tak seorangpun berani
mengangangkat mukanya. Tanpa menunggu
jawaban maka Tuhan pun meneruskan pidatonya
Tuhan: hari ini Jibril secara resmi meminta
maaf karena sebenarnya Jibril lah yang bikin kacau dunia. Jibril
yang ngasih peraturan peraturan agama supaya manusia menjalankannya. Jibril
bilang jangan serakah....jangan mengumpulkan harta kekayaan duniawi saja.......
jangan membunuh. Coba kalau peraturan itu tidak pernah Jibril
keluarkan, boleh dibilang 90 persen manusia enggak akan tau tentang
keserakahan, tentang harta yang menjamin hidup dengan enak atau tentang
pembunuhan. Karena adanya sosialisasi aturan itu makanya sekarang
orang2 pada serakah ngumpulin harta untuk jaminan hidup dia mungkin juga dengan
membunuh. Itu hanya sekedar contoh dari berjuta juta kasus yang
telah terjadi. Sekarang dipikir aja, darimana manusia tahu tentang konsep
kesetiaan dan penghianatan, konsep miskin dan kaya, konsep jujur dan
berbohong... kalau bukan dari Jibril....Bener, loooh.. itu sumbernya dari Jibril,
si Tuhan ini”
Ruangan kembali tercekat. Tiba-tiba segerombolan para
Guru besar maju ke depan , berlutut dan menangislah mereka berjamaah. Salah satu
Guru besar yang lembut hati dan dengan konsensus tak tertulis menjadi jubir
mereka sambil tersedu berkata
Jubir Guru: Maafkan kami Tuhan, kamilah yang salah. Kami
sudah sekuat tenaga menyampaikan pesanmu dan murid-murid kami mencoba
membukukannya dengan supervisi murid-murid utama kami dan kami sudah
menjaminnya bahwa sampai titik komanya pun sesuai petunjukMu. Tetapi kami juga
bingung , hanya sedikit dari manusia yang bisa mengikuti SOP ( standard
operational procedure) dariMU”.
Tuhan : Itulah, karena kalian membukukannya maka manusia
menjadi malas mencariKU dari hati mereka sendiri. Mereka itu buta hurufKu, jadi
mereka membaca dengan huruf-huruf mereka sendiri, huruf manusia. Jadi akhirnya
apa? Meskipun membaca buku-buku yang mereka pikir itu hurufKU maka mereka
menciptakan Jibril yang KW1-KW2 dll
Jubir Guru: Maksudnya Tuh?
Tiba-tiba nyahutlah si Jibril.
Jibril: Gini lho dik Guru. Manusia memang benar bilang
percaya Tuhan tapi mereka sebenarnya lebih menyembah Tuhan KW2an bahkan menyembah Tuhan cabe2an misalnya
menuhankan harta, kekuasaan, nafsu dll.
Tuhan: bentar Jib, itu masih belum seberapa. Ada yang
paling parah itu adalah banyak manusia yang menyembah ketJibriltan – termasuk ketJibriltan
berbuat dosa, sehingga seluruh hidupnya dilingkupi dengan ketidak nyamanan dan
ketidak-amanan, semua yang dihadapi dalam hidupnya diterima dengan rasa yang
negatif dan kekuatiran bahwa apa yang dilJibrilkannya belum cukup untuk
menjamin kenyamanan di masa mendatang, termasuk hidup ahli
warisnya. Dengan ketJibriltan yang pekat maka merekapun tega saling
bunuh sesame mahluk ciptaanKU dengan alasan mereka tidak sesuai dengan
buku-bukuKu. Banyak manusia yang tidak menyadari bahwa setiap mahluk yang hidup
di bumi mempunyai garis hidup sendiri sendiri, mempunyai azab dan kesukaan
sendiri sendiri.
Jubir Guru : tapi Tuhan,
ini sudah terlanjur. Kami sudah terlanjur membukukkan semua kata-kataMU.
Bagaimana kami harus meralatnya?
Tuhan: suruh mereka
membaca dengan huruKU yaitu aksara CINTA. Tapi bukan cinta ala abg alay itu.
CINTA versiku adalah CINTA yang hening tak melekat dan hurufnya adalah Hati.
Hanya dengan Hati yang penuh Cinta maka kata-katJibril dalam buku-buku itu bisa
terbaca.
…
Dan sejak hari ini
Jibril sebagai menkomfindo browsing ke semua manusia apakah mereka mendonlod
CMM ( Cinta Message Messenger) di hati mereka.
Ubud, 14 Febuari 2014
No comments:
Post a Comment