Saturday, February 15, 2014

#5

Sebuah broadcast message di kirimkan ke semua penghuni Kerajaan Langit
”Harap berkumpul pada tanggal 14 Febuari jam 14 di hall utama. Ttd Tuhan”
Maka gegerlah para malaikat, guru2 besar dan para avatar penghuni langit berserta semua mahluk yang sudah mendapat  kipem ( kartu penghuni sementara) maupun ktp kerajaan langit. Berhubung undangannya pas tanggal 14 maka beredar gosip bahwa Tuhan mau mengadakan pesta valentine. Maka berbondong-bondonglah mereka menyiapkan kado valentine untuk Tuhan . Di hari yang ditentukan maka mereka dengan memakai baju bernuansa kasih sayang  dan membawa bunga mawar berkumpulah di jam 14 tepat. Tak lama Tuhan pun datang . Tetapi semua penghuni langit tercekat karena mereka berharap Tuhan akan berwajah ceria bak para abg alay yang memenuhi minimarket2 membeli coklat batangan yang dibungkus warna pink, justru Tuhan hadir dengan wajah begitu murung. Ruangan menjadi begitu hening ketika Tuhan berdiri di mimbar.
Tuhan: wahai penghuni langit, tahukah mengapa hari ini kalian Jibril kumpulkan?”
Senyap dan pekat. Tak seorangpun berani mengangangkat mukanya.  Tanpa menunggu jawaban maka Tuhan pun meneruskan pidatonya
Tuhan: hari ini Jibril secara resmi meminta maaf  karena sebenarnya Jibril lah yang bikin kacau dunia. Jibril yang ngasih peraturan peraturan agama supaya manusia menjalankannya. Jibril bilang jangan serakah....jangan mengumpulkan harta kekayaan duniawi saja....... jangan membunuh.  Coba kalau peraturan itu tidak pernah Jibril keluarkan, boleh dibilang 90 persen manusia enggak akan tau tentang keserakahan, tentang harta yang menjamin hidup dengan enak atau tentang pembunuhan.  Karena adanya sosialisasi aturan itu makanya sekarang orang2 pada serakah ngumpulin harta untuk jaminan hidup dia mungkin juga dengan membunuh.  Itu hanya sekedar contoh dari berjuta juta kasus yang telah terjadi. Sekarang dipikir aja, darimana manusia tahu tentang konsep kesetiaan dan penghianatan, konsep miskin dan kaya, konsep jujur dan berbohong... kalau bukan dari Jibril....Bener, loooh.. itu sumbernya dari Jibril, si Tuhan ini”

Ruangan kembali tercekat. Tiba-tiba segerombolan para Guru besar maju ke depan , berlutut dan menangislah mereka berjamaah. Salah satu Guru besar yang lembut hati dan dengan konsensus tak tertulis menjadi jubir mereka sambil tersedu berkata

Jubir Guru: Maafkan kami Tuhan, kamilah yang salah. Kami sudah sekuat tenaga menyampaikan pesanmu dan murid-murid kami mencoba membukukannya dengan supervisi murid-murid utama kami dan kami sudah menjaminnya bahwa sampai titik komanya pun sesuai petunjukMu. Tetapi kami juga bingung , hanya sedikit dari manusia yang bisa mengikuti SOP ( standard operational procedure) dariMU”.
Tuhan : Itulah, karena kalian membukukannya maka manusia menjadi malas mencariKU dari hati mereka sendiri. Mereka itu buta hurufKu, jadi mereka membaca dengan huruf-huruf mereka sendiri, huruf manusia. Jadi akhirnya apa? Meskipun membaca buku-buku yang mereka pikir itu hurufKU maka mereka menciptakan Jibril yang KW1-KW2 dll

Jubir Guru: Maksudnya Tuh?

Tiba-tiba nyahutlah si Jibril.

Jibril: Gini lho dik Guru. Manusia memang benar bilang percaya Tuhan tapi mereka sebenarnya lebih menyembah Tuhan KW2an  bahkan menyembah Tuhan cabe2an misalnya menuhankan harta, kekuasaan, nafsu dll.

Tuhan: bentar Jib, itu masih belum seberapa. Ada yang paling parah itu adalah banyak manusia  yang menyembah ketJibriltan – termasuk ketJibriltan berbuat dosa, sehingga seluruh hidupnya dilingkupi dengan ketidak nyamanan dan ketidak-amanan, semua yang dihadapi dalam hidupnya diterima dengan rasa yang negatif dan kekuatiran bahwa apa yang dilJibrilkannya belum cukup untuk menjamin kenyamanan di masa mendatang, termasuk hidup ahli warisnya.  Dengan ketJibriltan yang pekat maka merekapun tega saling bunuh sesame mahluk ciptaanKU dengan alasan mereka tidak sesuai dengan buku-bukuKu. Banyak manusia yang tidak menyadari bahwa setiap mahluk yang hidup di bumi mempunyai garis hidup sendiri sendiri, mempunyai azab dan kesukaan sendiri sendiri.

Jubir Guru : tapi Tuhan, ini sudah terlanjur. Kami sudah terlanjur membukukkan semua kata-kataMU. Bagaimana kami harus meralatnya?

Tuhan: suruh mereka membaca dengan huruKU yaitu aksara CINTA. Tapi bukan cinta ala abg alay itu. CINTA versiku adalah CINTA yang hening tak melekat dan hurufnya adalah Hati. Hanya dengan Hati yang penuh Cinta maka kata-katJibril dalam buku-buku itu bisa terbaca.

Dan sejak hari ini Jibril sebagai menkomfindo browsing ke semua manusia apakah mereka mendonlod CMM ( Cinta Message Messenger) di hati mereka.

Ubud, 14 Febuari 2014




No comments:

Post a Comment