Saturday, February 15, 2014

#6

Sudah lama Tuhan tidak nonton televisi. Tetapi entah kenapa hari itu tiba2 Dia mengajak Jibril mampir minum teh di sore hari sambil menyalakan televise.  Tiba-tiba dari wajahNya yang semula santai damai seperti anak pantai itu mendadak Dia berubah. Jibril yang super sensi menangkap perubahan itu, dengan berhati-hati bertanyalah  dia.

Jibril: ada apa Tuh? Kok galau?

Tuhan: Jibril itu heran dengan manusia. Lihat ada gunung meletus. Tahu gak apa yang mereka bilang? Katanya Jibril sedang marahlah, Jibril sedang mencobanya lah.  Coba masak mereka yang katanya memujJibril dan mengatakan Jibril sebagai Maha Penyayang malah melJibrilkan pencitraan2 terhadapku sebagai mahluk yang bengis. Emang Jibril  anak SMA yang sedang praktek kimia? Pakai percobaan2 segala.

Jibril: Tapi bukankah kalau gunung meletus mengeluarkan abu berton2 dan membuat segala kegiatan berhenti ?

Tuhan: heran kenapa kamu jadi ketularan bodoh seperti manusia itu? Abu itu sedang diperlukan oleh seluruh tanah untuk menyuburkan kembali. Lihat saja tanah itu sudah disiksa habis2an oleh limbah2 peptisida dan bermacam racun kimia yang seenaknya mereka muntahkan, belum lagi dikeruk gak karu2an.  Kalau Jibril tidak membagikan abu kepada tanah, bagaimana tanah itu bisa subur kembali menghidupi pohon yang manusia itu perlukan?

Jibril: Tapi bukankah banyak manusia yang akan mati karena itu?

Tuhan: Oalah Jib…Jib…kamu sudah sarapan belum? Kok otakmu mandeg gitu? Kan waktu manusia itu lahir sudah  cap jempol denganKU bagaimana  dan kapan mereka mati nanti? Terus ya…yang mereka bilang mati itu kan sebenarnya justru carJibril menyayangi. Jibril kasih tiket duluan untuk pilih kapling di Kerajaan Langit ini. Piye tho kamu ini. Masak hal sesederhana ini saja ga mudeng. Lagipula ya kalau aktifitas mereka terhenti,  apa susahnya berhenti sejenak. Mencoba melihat ke dalam diri mereka dan bilang “ apa yang sudah saya 
lakukan sebagai bukti cinta pada tanah yang memberi hidup ini?”. 5 menit saja. Mereka isinya rame hiruk pikuk…memfitnahku sebagai mahluk kejam dan pemarah. 

Jibril : Tuh…mbok jangan mikir egois gitu…tuh lihat banyak anak2 yang kehilangan orang tua dan kehilangan pertanian. Coba piye kui Tuh?

Tuhan: Jika anak-anak itu mau bercakap langsung denganKU , yo pastine Jibril openi ( hidupi) tho Jib . Wong Jibril lho yang menciptakan mereka. Terus emangnya anak-anak itu milik mereka? Ora tho? Jibril cuma titip ke mereka. Jibril punya rencana sendiri buat mereka. That’s my secret….( doooooooooooooh…Tuhan enggres ki…tumben bener).  Mereka akan jadi anak-anak yang kuat, tabah dan mandiri jika mereka mau sabar dan iklas. Itu juga merupakan saringan alam , bagaimana negara itu dan orang-orang yang katanya memujJibril peduli pada anak yatim piatu.

Jibril : ( speechless)…

Tuhan: Gini lho ya…manusia itu paling suka melihat segala hal dari sudut pandang negative terhada segala hal yang berhubungan dengan kesedihan. Padahal kapan sih Jibril gak kasih kebahagiaan setiap mereka Jibril kasih kesedihan? Kapan Jibril gak kasih siang sesudah malam? Kapan Jibril gak kasih matahari sesudah hujan? Wis bilang ke mereka sana…santeeee saja mbak dan mas bro…

Jibril: Jadi Jibril harus ngomong apa dong ke mereka ? banyak nih rekues2 doa di inboxku.
Tuhan: bilang saja..kalau berdoa yang bener. Mereka selalu bilang “ Tuhan berilah hamba kesabaran dan kekuatan”…lah Jibril beri mereka itu semua lewat hal-hal yang tidak mereka inginkan itu malah mereka memfitnah Jibril marah. Jadi suruh mereka berdoa buat berterima kasih saja dengan apa yang sudah dan masih mereka miliki…Paham?

Jibril: Ciyeeeeeeeeeeee….yang  gaul ikutan instagram
….
Dan channel TV pun diganti American Idol karena Jibril penggemar Jeniffer Lopez.
Ubud, 16 Febuari 2014




No comments:

Post a Comment